09.04

Segala potensi manusia tidak selalu karena faktor keturunan


Beberapa dekade yang lalu,istilah faktor keturunan(hereditas)hampir sama artinya dengan nasib atau takdir.Karakteristik yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya dianggap tidak dapat diubah.Pernyataan-pernyataan seperti,”Memang sudah keturunan;engkau tidak bisa berbuat apa-apa lagi,”mengungkapkan betapa sia-sia berjuang melawan hal yang tak terhindarkan lagi.Contohnya orang berasumsi bahwa seorang anak yang lahir dari orang tua yang berbakat dalam musik akan diberkahi dengan kemampuan bermusik,sementara seorang anak yang lahir dari orang tua penderita diabetes memiliki resiko yang jauh lebih tinggi akan mengidap penyakit tersebut.Sama halnya selama ini dipercayai bahwa anak-anak yang orang tuanya mengalami kegemukan akan mengalami obesitas dan anak-anak yang orang tuanya mengidap kanker mungkin juga akan meninggal karena kanker.Anak-anak yang lahir dari orang tua yang berkemampuan gaib,hal-hal diluar nalar akan diberkahi dengan kemampuan tersebut secara garis keturunan.Hal-hal ini biasanya dianggap sebagai takdir.
Tentu saja kemampuan dapat dikembangkan dengan usaha yang gigih,dan efek dari gen-gen yang tak diinginkan dapat ditekan dengan kontrol yang ketat.Tetapi selalu saja sulit berdebat dengan seseorang yang bersikeras bahwa suatu ciri adalah”diturunkan”,terlepas dari apakah ciri tersebut baik atau buruk.Namun penelitian tentang genetika baru-baru ini telah menghasilkan penemuan yang luar biasa.Karena ilmu genetika mempelajari kehidupan,setiap penemuan baru tentunya luar biasa,namun apa yang akan kita pelajari ini terkait langsung dengan Anda.Eksperimen-eksperimen yang dilakukan oleh para spiritualis  maupun oleh para ilmuwan menunjukkan bahwa lingkungan dan faktor-faktor eksternal lainnya sesungguhnya dapat mengubah cara kerja gen  kita.Lebih tepatnya,sekarang kita tahu bahwa gen-gen yang dorman(tak aktif)dapat diaktifkan.
Jika berbicara mengenai lingkungan atau stimulus eksternal,orang-orang biasanya memikirkannya dari segi materi,namun kita juga akan mengikutsertakan segi psikologis.Efek dari stimulus-stimulus psikologi atau trauma pada gen kita,dengan kata lain hubungan antara gen dan pikiran,telah mulai mendapatkan perhatian dan akan terus mendapatkan perhatian dimasa yang akan datang.
Bermacam-macam fenomena disekitar kita telah menunjukkan adanya hubungan tersebut.Contohnya suatu syok yang sangat hebat dapat mengubah warna rambut seseorang menjadi putih dalam satu hari saja.Sebaliknya,seorang pasien pengidap kanker mematikan yang divonis hanya dapat hidup selama beberapa bulan mungkin hidup selama enam bulan,satu tahun,atau bahkan bertahun-tahun lebih lama lagi.Seseorang yang tidak pernah menghisap sebatang rokok pun dalam hidupnya mungkin mengidap kanker paru-paru,sementara seorang yang lain yang merokok seratus batang setiap harinya mungkin tetap sangat sehat.Walaupun mengonsumsi terlalu banyak garam biasanya menyebabkan hipertensi,seorang pecinta makanan asin mungkin memiliki tekanan darah yang normal.
Kita juga tahu bahwa dalam kondisi yang ekstrem,seseorang dapat memunculkan kekuatan super atau bahwa jatuh cinta dapat mengubah seorang pelajar yang tak berprestasi menjadi seorang pekerja keras yang tiba-tiba menonjol prestasi belajarnya.Hal-hal seperti ini terjadi setiap saat,dan orang-orang telah menemukan banyak alasan untuk menjelaskannya.Sebenarnya segala fenomena ini terkait langsung dengan cara kerja gen kita,dan hasil akhirnya dapat berubah tergantung dari sikap yang dimiliki oleh setiap individu.
Kita dapat melihat potensi ini disekeliling kita,yaitu kekuatan daya pikir yang tengah bekerja.Contohnya kita tahu bahwa keadaan kanker dapat berubah tergantung dari apakah sang pasien berpikir,”aku akan membaik,”dan memusatkan seluruh energinya pada kepercayaan ini,atau apakah sang pasien berpikir,”aku akan mati,”dan menyerah sepenuhnya.Sama halnya,seorang penderita hipertensi parah yang yakin bahwa ia memiliki tekanan darah rendah akan mengalami gejala yang lebih sedikit.
Pada saat ini,konsep bahwa segala fenomena ini sangat terkait dengan gen kita masih dalam tahap hipotesis,namun banyak bukti tidak langsung yang mendukung akan hal ini.Dengan penelitian secara terus-menerus dan berkelanjutan dari para ilmuwan dan para spiritualis,kita percaya bahwa dalam waktu dekat,efek dari kondisi psikologis pada gen kita akan dapat dijelaskan.
Namun kita tidak boleh hanya berpangku tangan menunggu hingga saat itu atau hari itu tiba.Jika dua ilmu pengetahuan atau lebih dapat memberikan kontribusi pada kehidupan yang lebih baik lagi,kita harus memanfaatkan hal itu sekarang.Dengan berpegang pada tujuan inilah kami berupaya menulis didalam blog ini,untuk berbagi dengan Anda mengenai informasi-informasi yang berguna dan menarik tentang upaya mengoptimalkan pengembangan diri ditinjau dari segi pengetahuan,mistik dan spiritual untuk kepentingan pencerahan,kesadaran rohani tentang sesuatu yang lebih tinggi lagi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.