01.00

Potensi manusia dilihat dari gen

Sebagian orang mengatakan bahwa potensi manusia tidak terbatas.Mereka menganggap bahwa jika seseorang berusaha cukup keras,ia akan dapat melakukan atau menjadi apa pun.Sebagian yang lain lagi bersikeras bahwa sama seperti berudu(kecebong) yang pasti berubah menjadi katak,batasan-batasan kita pun sudah ditentukan sejak lahir.Cara pandang yang saling bertentangan ini sering membuat dan menimbulkan perdebatan yang panas,Kenyataannya adalah bahwa kita tidak dapat melakukan apapun kecuali jika telah terprogram didalam gen kita.Sesuai dengan pengertian itu,maka potensi dan kapasitas manusia memang terbatas.
Jika Anda tiba-tiba memiliki sifat yang sebelumnya tidak tampak,contohnya,jika Anda tiba-tiba menjadi pekerja keras,pantang menyerah,atau tenang,hal ini tidak lain adalah kemunculan dari sifat-sifat terpendam yang belum timbul kepermukaan.Entah bagaimana,mungkin tombol genetic bagi kemampuan-kemampuan tersebut telah dinyalakan atau tombol genetik untuk sifat-sifat seperti kemalasan atau pencari kesenangan telah dipadamkan.Kapasitas seseorang tersimpan secara keseluruhan dalam gen mereka.
Namun kita harus ingat bahwa hanya 5 atau sebanyak-banyaknya 10 persen dari gen dalam keseluruhan genom(atau kumpulan informasi genetik) manusia yang dipercayai bekerja setiap waktu,sementara sisanya tetap dorman(tidak aktif).Dengan kata lain walaupun genom didalam setiap sel mengandung tiga miliar keping informasi genetik yang tertulis dengan huruf-huruf,sebagian besar dari gen tersebut tidak digunakan.Maka dari itu,walaupun kami katakan bahwa potensi manusia terbatas,definisi kami akan kata”terbatas” sangatlah berbeda dari interpretasi konvensional.Pertama-tama selalu ada kemungkinan untuk apapun.Dalam pengertian itu,pandangan bahwa potensi manusia itu tak terbatas memang tidak salah.Apapun yang dipercaya oleh otak kita mungkin terjadi,pastilah memang mungkin terjadi,dan apapun yang tidak terpikirkan oleh kita berada diluar dunia yang mungkin maupun tidak mungkin.Contohnya,pesawat terbang diciptakan karena seseorang berpikir,”Aku ingin terbang seperti burung!”.Walaupun secara ilmiah,potensi manusia terbatas,kita tidak perlu menyadari adanya batasan ini karena informasi yang tertulis dalam gen kita jauh melebihi apa pun yang dapat kita bayangkan.
Pada saat ini batasan manusia pada olah raga lari seratus meter di Olimpiade berada pada hanya sedikit dibawah sepuluh detik.Dari sudut pandang bahwa potensi manusia tidak terbatas,rekor ini mungkin dapat dipangkas menjadi delapan detik,tujuh detik,atau bahkan lebih singkat lagi.Jika dibandingkan,manusia modern lebih tinggi daripada nenek moyangnya.Jika tinggi badan manusia terus meningkat sedikit demi sedikit,jauh di masa yang akan datang sebagian orang akan mencapai ketinggian tiga atau bahkan lima meter.Namun secara pribadi kami meragukan hal ini akan terjadi karena menurut kami hal ini tidak termasuk dalam informasi genetik kita.
Kita tidak dapat mengatakan secara konklusif bahwa alasan sebagian besar dari kita tidak dapat berlari secepat Carl Lewis adalah karena kita tidak memiliki kemampuan itu.Kemampuan itu mungkin hanya tergeletak secara dorman(tidak aktif) karena gen-gen yang relevan dengannya padam.Jika dikejar oleh seekor singa atau macan tutul,siapa pun diantara kita mungkin akan berlari seratus meter dalam sepuluh detik sebagai reaksi dari krisis tersebut.Namun seperti semua makhluk hidup,manusia tidak dapat melampaui batasan dari apa yang telah tertulis dalam gen mereka.
Kita mungkin dapat saja menunjukkan kemampuan baru yang luar biasa,namun kemampuan itu tidak akan melampaui apa yang telah ada dalam gen kita,yang menunggu untuk ditemukan.Bahkan gen kita dapat membuat hal-hal yang kita pikir tidak mungkin menjadi mungkin.Keajaiban memang bisa saja terjadi.Kebanyakan keajaiban yang terjadi menyangkut terwujudnya sesuatu yang dianggap tidak mungkin oleh manusia.Namun dari sudut pandang genetic,keajaiban adalah bagian dari program.Kita semua dilahirkan dengan memiliki potensi untuk menjadi keajaiban.
Ada tiga faktor yang terlibat dalam aksi gen yaitu; gen itu sendiri,lingkungan dan pikiran.Dari ketiga hal ini,sepertinya gen adalah yang paling banyak menimbulkan kesalahpahaman.Banyak orang yang percaya bahwa ciri-ciri yang diwariskan tidak pernah berubah.Jika mereka tidak pandai dalam sains atau matematika,dengan segera mereka menyalahkan kurangnya kemampuan pada orang tua mereka.Begitu pula,orang tua mereka pun melepaskan ekspektasi akan anak-anak mereka karena percaya bahwa tidak ada yang dapat mereka lakukan.Memang benar bahwa kecerdasan dan kemampuan atletik berkaitan dengan gen.Namun hal ini tidak berarti bahwa orang tersebut sama sekali tidak memiliki kemampuan.Kemampuan itu ada tetapi belum dinyalakan.Jika tidak begitu,bagaimana kita dapat menjelaskan adanya orang-orang genius,atau orang-orang yang kemampuan berpikirnya melebihi rata-rata?Seorang genius adalah seseorang yang gen-gennya yang juga diwariskan dari generasi-generasi sebelumnya,tiba-tiba teraktifasi oleh sesuatu.Fakta bahwa anak dari seorang genius umumnya biasa-biasa saja mungkin disebabkan tombol genetik menyala dan padam dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Gen kita tidak hanya mengandung memori dan kemampuan yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya,namun juga dari seluruh proses evolusi yang berlangsung selama beberapa miliar tahun.Embrio manusia selama dalam masa kehamilan mengulang proses evolusi di dalam rahim,fakta ini mengesankan bahwa informasi ini telah tersimpan di dalam gen milik sel pertama di dunia,yaitu nabi Adam as melalui kehendak dan kuasa Allah swt.
Potensi dari seluruh ras manusia terkandung dalam gen seorang individu.Inilah mengapa orang tua yang berhasil dalam bidang duniawi ataupun bidang ukhrawi seharusnya tidak kecewa jika anaknya tidak berhasil.Performa yang biasa-biasa saja hanya berarti gen anak tersebut belum dinyalakan.Entah kapan sesuatu akan menstimulasi,yaitu merangsang bakat mereka.
Gen tidak bertambah tua.Dengan demikian sedikit pengecualian,gen-gen yang Anda miliki saat remaja masih sama ketika Anda berusia delapan puluhan.Jika gen bertambah tua,Anda tidak akan dapat meneruskan informasi genetik pada keturunan Anda.Oleh karena itu,kita dapat berasumsi bahwa gen tidak bertambah tua,atau setidaknya tidak pada dasarnya.Jika Anda memiliki hidup yang biasa-biasa saja,gen Anda hanya akan berubah sangat sedikit.Walaupun gen dapat berubah akibat faktor eksternal yang tidak biasa,misalnya radiasi,polusi atau obat-obatan berbahaya,sebagian besar mereka tetap stabil.Tidak akan pernah terlambat untuk mengembangkan potensi Anda.
Kami pernah mendengar tentang orang-orang yang menyalahkan kelemahan fisik atau yang dianggap sebagai kegagalan lainnya dari anak-anak mereka berdasarkan fakta bahwa anak-anak mereka dilahirkan ketika orang tua mereka telah tua.Namun karena gen tidak bertambah tua,anak-anak yang terlahir dari orang tua yang lebih muda tidak akan secara otomatis menjadi superior daripada anak-anak yang lahir dari orang tua yang berusia lima puluhan.Nabi Ismail as,misalnya beliau dilahirkan ketika orang tuanya yaitu nabi Ibrahim as dan Siti Hajar begitu lanjut usia.Ada banyak juga pengarang-pengarang sastra Indonesia yang dilahirkan ketika orang tuanya begitu lanjut usia.Seorang pengarang Jepang ternama Natsume Soseki dilahirkan juga ketika orang tuanya begitu lanjut usia sehingga ia dipanggil sebagai”anak memalukan”.Soseki sama sekali tidak cacat,ia malah meninggalkan warisan sastra yang sangat berharga,dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang lain baik yang berada dalam negeri kita sendiri maupun di luar negeri yang serupa itu.Kita memiliki kemampuan untuk berkembang kapanpun dalam hidup kita,tidak perduli berapa pun usia kita.Segalanya menjadi mungkin selama kita memiliki hasrat yang menggelora dan tenaga untuk melakukannya.Satu-satunya halangan bagi pencapaian ini adalah pemikiran”saya tidak bisa melakukannya”.
Tidak pernah ada kata terlalu awal untuk mulai membangun potensi,inilah mengapa pendidikan pralahir sangat penting.Yang kami maksud dengan pendidikan pralahir adalah ibu hamil yang dengan sengaja memilih untuk mendengarkan musik yang baik,membaca buku yang bagus,melihat karya seni yang indah,dan berbicara dengan penuh cinta kasih kepada sang anak dalam kandungannya untuk mendidiknya.Pendidikan ini juga termasuk menghindari hal-hal yang menimbulkan emosi negatif,karena hal ini dianggap berbahaya bagi sang janin dalam kandungan.
Kita juga harus ingat bahwa gen setiap orang adalah unik.Seorang ayah mungkin pintar matematika,tetapi hal ini tidak secara otomatis berarti bahwa anak-anaknya akan pintar dalam pelajaran yang sama.Ada banyak sekali contoh seniman,ahli spiritual yang terlahir dari keluarga yang tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kemampuan artistik maupun akademis sebelumnya.
Anak-anak yang terlahir dari orang tua yang memiliki kecerdasan tinggi tidak secara otomatis memiliki kepandaian yang lebih tinggi seperti orang tuanya.Malahan,umumnya jauh lebih banyak dari anak-anak itu yang memiliki tingkat kecerdasan lebih rendah,sementara anak-anak yang dilahirkan dari orang tua yang memiliki kepandaian rendah lebih memungkinkan memiliki kecerdasan yang lebih tinggi.Kami tidak tahu mengapa,tetapi sepertinya gen bergerak menuju nilai rata-rata.Jika manusia terpogram dengan potensi yang meningkatkan kemampuan secara tak terhingga,mereka juga membawa potensi yang sebaliknya,yaitu penurunan kemampuan yang tak terhingga.Karena hal ini dapat membahayakan kelangsungan hidup seluruh ras manusia,untuk menghindarinya sepertinya secara otomatis Allah swt melalui alam ini membuat semacam penyesuaian.Tujuan dari penciptaan manusia dan alam semesta adalah keberagaman,untuk saling mengenal satu sama lain.Tidak masalah apakah orang-orang menikah antarsesama mereka yang berkecerdasan tinggi,sebaliknya jika orang-orang berkecerdasan rendah menikah antarsesama mereka,hal itu tidak akan memberikan efek yang merugikan.Tanpa dipengaruhi oleh kombinasinya,potensinya akan tetap sama.Siapa pun dapat membangun bakat-bakat luar biasa yang terkungkung secara dorman(tidak aktif) didalam dirinya.Yang harus mereka lakukan adalah belajar untuk mengaktifkan gen mereka.Hal ini nanti akan kita terangkan dan pelajari didalam bab tersendiri dari blog kita semua ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.