02.29

Pendahuluan Duduk Diam(tafakur-meditasi)

Suatu latihan pernafasan tenaga murni merupakan suatu bentuk penerapan dari latihan tafakur-meditasi atau 'duduk diam'.Anda tidak mungkin memperoleh hasil yang positif apabila latihan pernafasan Anda tidak didasari oleh bangkitnya "BARAKA" melalui semangat murni yang disatukan di satu titik dibawah pusar.Orang pada umumnya langsung ingin memperoleh mustikanya,tanpa mengolah terlebih dahulu ladangnya.Hal ini adalah sia-sia belaka.

Tafakur-meditasi dengan 'duduk diam' bertujuan untuk lebih dahulu mengolah ladang hawa murni itu,agar energi vital kita dapat menyatu dan terhimpun,alias tidak diboroskan cuma-cuma.

Banyak istilah untuk tafakur-meditasi duduk diam ini.Sebab bentuk latihan ini bukan hanya ada di Indonesia,melainkan di berbagai kawasan di Asia,terutama di tanah lembah sungai Gangga,pegunungan Himalaya di India,juga di Tibet,Korea,Jepang dan Tiongkok.Di Nusantara kita ini pun hal ini bukan sesuatu yang baru,coba Anda baca sejarah para Raja,para Empu,pertapa.Jauh sebelum jaman gemilangnya kerajaan Kalingga,Sriwijaya dan Majapahit,sudah pula dikenal latihan ini.Contoh:Prabu Airlangga dari keraton Kahuripan,Mahapatih Gajahmada tetunggul Majapahit,termasuk tokoh-tokoh yang gentur tapanya,menjalankan semedhi yaitu duduk diam tersebut tadi.


Apakah sebenarnya latihan 'duduk diam' atau tafakur-meditasi ini dan bagaimana untuk menjalankannya?Inilah hal pokok yang harus Anda temukan jawabannya lebih dahulu,sebelum Anda menginjak lebih dalam kearah latihan pernafasan tenaga murni dan bioPK yang lebih kompleks sifatnya.


Blog ini memuat segala sesuatu 'rahasia' alami dari sebuah sistem kuno orang-orang purba yang berasal dari negeri tengah dan dunia ketimuran yang kini mulai langka.Memang sebelum Anda mengenal dan melaksanakannya rahasia itu akan senantiasa tertutup bagi Anda.Tetapi sekali kita berhasil mengenal dan melaksanakannya,kiranya suatu era kehidupan baru terbit dari tengah-tengah pribadi Anda,menjadikan Anda orang yang sehat lahir dan batin,yang berkepribadian teguh,senantiasa optimis menghadapi dunia didepan Anda,serta memancarkan pengaruh kejiwaan yang memancar ke sekeliling Anda,menimbulkan rasa segan dan simpatik dari orang lain di sekitar pribadi Anda yang nampak lebih berkesan dan arif bagi mereka.


Bukankah kita yang hidup pada abad ini lebih banyak menjadi korban kekalutan dan kekerasan masyarakat kita sendiri,yang kita sebut modern ini?Hidup Anda dan kita semua senantiasa dikejar waktu,dalam kesibukan terus-menerus didalam perjuangan hidup yang tak tentu ujung pangkalnya.Hal ini masih ditambah lagi oleh pergulatan hidup yang tiada hentinya,saling mendahului mencari keuntungan,hidup penuh kericuhan oleh produk pikiran manusia modern yang selalu bernafsu untuk mendapatkan apa saja yang nampak oleh indera penglihat dan apa yang terdengar oleh indera pendengarannya.Hidup semacam itulah yang cenderung condong kepada sifat memboroskan energi dan semangat murni kita yang sesungguhnya dapat dihindari.


Justru tafakur-meditasi pada pokoknya menemukan sikap hidup yang alami,penuh ketentraman,didukung oleh keadaan tubuh yang senantiasa lepas tegang,rileks dan selaras,serasi dan seimbang.Sehingga prosesnya akan menumbuhkan kembali harmonitas didalam tubuh kita.Kwalitas hidup sedemikianlah yang hendak dicapai terlebih dahulu,sebelum kita mendalami lebih lanjut bentuk-bentuk latihan pernafasan "DALAM" untuk memperkembangkan sumberdaya alamiah kita yang disebut "BARAKA"tadi.


Jikalau seluruh aktivitas hidup kita ini selalu terhimpun,tidak diboroskan secara sia-sia,maka energi hidup itu akan terpelihara didalam diri kita.Maka marilah kita menjalankan "DUDUK DIAM" ini,yang tidak lain bermaksud menjaga dan menggali sumber energi hidup itu,sehingga tubuh dan jiwa memperoleh keutuhan dan keharmonisan.


"siapkan diri Anda untuk hidup dengan lebih"CERDIK"!Jangan memboroskan energi dengan sia-sia.Gali dan tambahkan energi gaib dalam diri untuk menciptakan keseimbangan hidup yang sejati!"

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.